Tampilkan postingan dengan label Jaringan Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan Dasar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Mei 2014

Membangun server berbagi data (file dan printer)

Mungkin tulisan ini terlalu “jadul” terutama bagi teman-teman di SMK Teknik Informatika dan Komputer. Tapi menurut saya gak salah jika saya sharing di sini, mengingat teman-teman guru sering bertanya bagaimana cara mentransfer data dari satu laptop ke laptop lain, kalau gak ada flashdisk? Mungkin ini pertanyaan sederhananya. Hal ini sering terjadi kalau sudah ada pelatihan-pelatihan pembelajaran, narasumber memberikan file untuk dibagi pada peserta pelatihan, tetapi flashdisknya cuma satu. Jadi antre deh. Dengan mempraktekkan tutorial ini kejadian seperti di atas gak terulang lagi.
Sebenarnya bukan hanya transfer data saja yang memungkinkan untuk dilakukan jika sudah terkoneksi antara satu laptop dengan laptop yang lain. Sharing pemakaian printer dan internetpun dapat dilakukan, terlebih jika laptop memiliki fasilitas Wifi atau Wireless.
Baiklah, untuk mempersingkat waktu, to the point aja. Langkah persiapan yang akan kita lakukan adalah mempersiapkan laptop yang akan dikoneksikan. Paling sedikit harus ada 2 laptop yang harus disediakan, jika lebih dari 2 lebih baik. Salah satu laptop dijadikan sebagai PC yang mentransfer data, mensharing printer, dan mensharing internet. Laptop ini kita asumsikan menggunakan sistem operasi MS. Windows 7. Jika menggunakan Windows XP atau Windows 8 gak masalah, prinsip cara konfigurasinya hampir sama. Untuk menyamakan persepsi, saya gambarkan topologinya sebagai berikut:
.
0. topologi.
A. SETTING IP ADDRESS DAN JARINGAN WIRELESS
.
Untuk mengkoneksikan kedua laptop ini, kita memanfaatkan fasilitas Wifi atau Wireless-nya, bukan menggunakan kabel karena gak praktis tentunya. Laptop A kita setting sebagai Access Point, atau istilah umumnya Pemancar. Sementara laptop B atau laptop lainnya jika ada, sebagai penerima. Model koneksi ini biasa disebut Ad-hoc Connection.
Tahap pertama kita melakukan setting pada Laptop A, dengan cara sebagai berikut:
  1. Pastikan fasilitas Wifi Laptop A dalam keadaan Enable atau On.
  2. Klik menu [Start] >> [Control Panel]
    .
    a2. start-cp
    .
  3. Pada halaman Control Panel, klik [View network status and task].
    .
    a3. view network
    .
  4. Pada jendela sebelah kiri, klik [Manage wireless networks].
    .
    a4. manage wireless
    .
  5. Pada jendela Manage wireless, klik [Add] untuk membuat jaringan wireless yang baru.
    .
    a5. add wireless network
    .
  6. Lalu pada jendela selanjutnya klik [Create an ad hoc network] >> [Next].
    .
    a6. setup wireless adhoc
    .
  7. Pada jendela berikutnya, isikan sebagai berikut:
    .
    1. Pada Network name : bebas anda menentukan nama network, pada contoh ini saya beri namaSharing
    2. Security type :  ada 3 opsi pilihan jenis keamanan jaringan, pada contoh ini saya pilih WEP
    3. Security key :  kode keamanan di sini saya ketikkan 12345. Jika anda menggunakan No authentication (Open) pada Security type, maka kode Security key tidak digunakan. Fungsi security key di sini untuk otentikasi bagi laptop lain yang ingin terhubung ke laptop anda.
    Jika perlu anda beri tanda ceklist pada kotak [Save this network] untuk menyimpan jaringan Wifi yang sudah kita buat. Selanjutnya pilih tombol [Next] >> [Close] untuk menutup Setup jaringan Wifi yang sudah dibuat.
    .
    a7. network name.
  8. Pada jendela Manage wireless yang masih terbuka, klik tombol [Back to Network and Sharing Center (ß)] yang terdapat di pojok kiri atas untuk kembali ke halaman sebelumnya.
    .
    a8. back to network and sharing center
    .
  9. Selanjutnya pada jendela sebelah kiri, klik [Change adapter settings] untuk mengatur mengkonfigurasi IP address.
    .
    a9. change adapter settings
    .
  10. Berikutnya akan tampil jendel Network Connections. Klik kanan pada interface [Wireless Network Connection] >> [Properties].
    .
    a10. setup lan card.
    .
  11. Pada jendela selanjutnya pilih tab [Networking] >> [Internet Protocol Version 4 (TCP/Ipv4) >> [Properties].
    .
    a11. lan card properties
    .
  12. Selanjutnya isikan alamat IP address Wireless interfaces : 192.168.10.1 dan Subnet mask : 255.255.255.0, seperti pada gambar berikut ini, lalu pilih tombol [OK] >> [Close].
    .
    a12. ip address
    .
    Sampai di sini setting interface wireless pada Laptop A selesai dilakukan.
    .
  13. Selanjutnya tahap kedua, kita menyetting Laptop B. Tampilkan kembali jendela Network Connection seperti yang sudah dibahas pada langkah sebelumnya, lalu klik kanan pada interface [Wireless Network Connection] >> [Properties].
    .
    a10. setup lan card
    .
  14. Pada jendela selanjutnya pilih tab [Networking] >> [Internet Protocol Version 4 (TCP/Ipv4) >> [Properties].
    .
    a11. lan card properties
    .
  15. Selanjutnya isikan alamat IP address 192.168.10.2. Ingat, tiga kelompok angka yang pertama harus sama antara Laptop A dengan Laptop B atau PC lainnya yaitu 192.168.10. Ketiga kelompok angka ini disebut Net ID. Sedangkan untuk angka terakhir tidak boleh sama, mulai dari 2 hingga 254. Yang penting jangan pakai angka 1, karena sudah digunakan oleh Laptop A, yaitu 192.168.10.1. Dalam contoh ini, alamat IP address pada Laptop B adalah 192.168.10.2. Setelah diisi, lalu pilih tombol [OK] >> [Close].
    .
    a15. ip address laptop b
    .
Sampai di sini setting IP address pada interface wireless Laptop B selesai dilakukan.
.
.
B. SHARING/BERBAGI DATA DAN KONEKSI KE JARINGAN WIRELESS
.
Sebelum data di-sharing dari Laptop A ke Laptop B, terlebih dahulu kita aktifkan fitur sharing dan atribut lainnya melalui fitur Advanced Sharing di Laptop A. Tujuannya agar data yang di-sharing dari Laptop A dapat diakses dari laptop lainnya.
  1. Buka kembali jendela Network and Sharing Center, seperti yang sudah dibahas pada langkah di atas, lalu pilih [Change advanced sharing] pada jendela sebelah kiri.
    .
    b1. change sharing setting
    .
  2. Selanjutnya pada jendela Advanced sharing settings, buat konfigurasi seperti gambar berikut, kemudian akhiri dengan memilih tombol [Save changes].
    .
    b2. turn on file sharing
    .
  3. Sampai di sini tahap konfigurasi advanced sharing pada Laptop A selesai dilakukan. Selanjutnya kita sharing folder berisi file/data pada Laptop A sehingga nanti dapat diakses dari Laptop B. Persiapkan file yang akan disharing. Dalam contoh ini, saya akan mensharing folder bernama “Tutorial” yang ada di drive D. Pastikan folder yang akan disharing ini berisi file-file yang akan diakses dari Laptop B.
    .
  4. Buka Windows Explorer >> klik pada Drive Local Disk (D:) di sisi sebelah kiri >> klik kanan pada salah satu folder yang ada di sisi sebelah kanan, dalam contoh ini pada folder Tutorial >> [Share with] >> [Specific people…].
    .
    b4. sharing folder
    .
  5. Pada jendela File Sharing yang muncul, klik dropdown kotak user dan pilih “Everyone” >> [Add] >> [Share] >> [Done].
    .
    b5. share everyone
    .
  6. Tahap selanjutnya kita lakukan pada Laptop B. Laptop B ini akan mengakses jaringan Wifi yang sudah dibuat pada Laptop A sebelumnya. Dari jendela Network Connection, klik kanan interface [Wireless Network Connection] >> [Connect/Disconnect] >> klik tombol [Connect] pada nama jaringan Wifi yang tampak yaitu Sharing >> lalu ketikkan kode security angka 12345 di kotak Security key >> [OK]. Tunggu beberapa saat hingga muncul konfirmasi bahwa Laptop B telah terkoneksi ke jaringan Wifi dengan namaSharing.
    .
    b6. connect wifi
    .
  7. Setelah terhubung ke jaringan Wifi Sharing, maka di taksbar akan ditandai dengan perubahan bentuk ikon connection wireless seperti gambar berikut:
    .
    b7. wireless connect
    .
  8. Selanjutnya kita akses data yang sudah disharing oleh Laptop A. Caranya, klik menu [Start] di taksbar >> [All Programs] >> [Accessories] >> [Run]. Atau dengan cara lain, tekan tombol Windows pada keyboard bersama dengan tombol R (WINDOWS + R).
    .
    b8. run ip address
    .
  9. Pada jendela Run, ketikkan \\192.168.10.1 di kotak Open. Angka 192.168.10.1 adalah alamat IP address Laptop A. Kemudian pilih tombol [OK].
    .
    b9. akses ip address
    .
  10. Selanjutnya akan ditampilkan jendela Windows Explorer Laptop A. Di sini akan tampak bahwa folderTutorial sudah dapat diakses dari Laptop B. Kita tinggal double klik folder ini untuk mengakses data di dalamnya, yang selanjutnya dapat kita copy ke Laptop B.
    .
    b10. akses folder sharing
    .
  11. Sampai di sini tahap transfer data dari Laptop A ke Laptop B melalui jaringan wireless selesai dilakukan. Namun jika Laptop B tidak dapat mengakses folder sharing dan ditampilkan pesan seperti gambar di bawah ini, maka hal ini biasanya disebabkan karena fasilitas firewall pada Laptop A masih aktif.
    .
    b11. network error
    .
  12. Untuk itu, non aktifkan terlebih dahulu firelwallnya. Caranya, dari jendela Network and Sharing Center, klik [Windows Firewall] yang terdapat di sisi sebelah kiri paling bawah.
    .
    b12. non aktif firewall
    .
  13. Pada jendela Windows Firewall, klik [Turn Windows Firewall on or off] yang terdapat di sisi sebelah kiri.
    .
    b13. non aktifkan firewall
    .
  14. Pada jendela Cutomize Settings, pilih opsi [Turn of Windows Firewall (not recommended)] pada bagianHome or work dan Public network location settings >> [OK]. Jika nanti sudah bisa diakses data dari Laptop B, anda boleh kembali mengaktifkan firewall ini dengan memilih kedua opsi [Turn on Windows Firewall].
    .
    b14. turn op firewall
    .
  15. Setelah dinonaktifkan firewallnya, lakukan kembali seperti langkah (B.9) seperti di atas untuk mengakses folder yang sudah di-sharing.
    .
.
C. SHARING (BERBAGI) PRINTER

  1. Tahap berikutnya, kita akan share printer yang ada pada Laptop A agar bisa diakses dari Laptop B yang telah terhubung ke jaringan wifi. Kita asumsikan bahwa printer telah terpasang dan terinstall di Laptop A. Dari Laptop A, pilih menu [Start] >> [Device and Printers].
    .
    c1. printer device
    .
  2. Pada jendela Device and Printers, klik kanan jenis printer yang telah diinstall pada Laptop A. Di sini saya menggunakan printer Canon iP2700 series. Klik kanan pada [Canon iP2700 series (Copy 6)] seperti pada gambar, lalu pilih [Printer Properties].
    .
    c2. printer properties
    .
  3. Pada jendela Printer Properties, klik tab [Sharing] >> beri ceklist pada kotak Share this printer >> ketik nama printer share di kotak Share name atau biarkan default >> [Apply] >> [OK].
    .
    c3. sharing printer
    .
  4. Sekarang kita akses dari Laptop B. Untuk mengakses printer yang telah di-sharing oleh Laptop A, klik menu [Start] di taksbar >> [All Programs] >> [Accessories] >> [Run]. Atau dengan cara lain, tekan tombol Windows pada keyboard bersama dengan tombol R (WINDOWS + R).
    .
    b8. run ip address
    .
  5. Pada jendela Run, kembali ketikkan \\192.168.10.1 di kotak Open. Angka 192.168.10.1 adalah alamat IP address yang terdapat pada Laptop A. Kemudian pilih tombol [OK].
    .
    b9. akses ip address
    .
  6. Selanjutnya akan ditampilkan jendela Windows Explorer pada Laptop A. Di sini akan kita lihat kembali folder Tutorial dan jenis printer yang sudah dapat diakses. Untuk mengaktifkan printer, klik kanan pada printer Canon iP2700 series >> lalu pilih [Connect] dan [Open].
    .
    c6. akses printer
    .
  7. Untuk menggunaannya dari Laptop B, maka pada kotak dialog print saat mencetak dokumen pilihlah jenis printer ini di bagian Name printer. Biasanya ditandai dengan angka IP address di belakang nama printer.
    .
.
D. SHARING (BERBAGI) KONEKSI INTERNET
.
Tahap selanjutnya, kita akan mensharing koneksi internet dari Laptop A ke Laptop B. Jadi, asumsinya di sini, Laptop A telah terhubung ke internet melalui modem atau NIC (Network Interface Card). Dalam contoh ini, Laptop A telah terhubung melalui Modem USB. Di sini, modem telah terinstall dan telah dikonesikan ke internet.
  1. Untuk berbagi koneksi internet ini, maka dari Laptop A tampilkan kembali jendela Network Connectionseperti gambar berikut ini. Lalu klik kanan pada interface yang terhubung ke internet, dalam contoh ini adalah Wireless Terminal (EVDO Rev A USB Modem). Mungkin akan berbeda pada laptop anda, tergantung jenis modem anda tentunya.
    .
    d1. sharing modem
    .
  2. Pada jendela Wireless Terminal Properties yang muncul, klik tab [Sharing] >> beri ceklist kotak Allow other network users to connect through this computer’s Internet Connection >> [OK]. Lalu pada bagian Home networking connection, pilih [Wireless Network Connection] >> [OK] >> [Yes] >> [OK].
    .
    d2. allow sharing modem
    .
  3. Selanjutnya kita cek konfigurasi IP address pada interface wireless Laptop A. Tampilkan kembali jendelaNetwork Connection seperti yang sudah dibahas pada langkah sebelumnya, lalu klik kanan pada interface [Wireless Network Connection] >> [Properties].
    .
    a10. setup lan card
    .
  4. Pada jendela selanjutnya pilih tab [Networking] >> [Internet Protocol Version 4 (TCP/Ipv4) >> [Properties].
    .
    a11. lan card properties
    .
  5. Selanjutnya perhatikan bahwa IP address pada interface wireless Laptop A sudah berubah menjadi 192.168.137.1. Jika sudah demikian, berarti sharing internet modem sudah berjalan baik. Selanjutnya pilih [OK].
    .
    d5. ip address 137
    .
  6. Sekarang kita setting IP address pada Laptop B. Buka jendela Network Connection pada Laptop B, lalu klik kanan pada interface [Wireless Network Connection] >> [Properties].
    .
    a10. setup lan card
    .
  7. Pada jendela selanjutnya pilih tab [Networking] >> [Internet Protocol Version 4 (TCP/Ipv4) >> [Properties].
    .
    a11. lan card properties
    .
  8. Selanjutnya pada kotak dialog Internet Protocol Version 4 (TCP/Ipv4), pilih opsi [Obtain an IP address automatically] dan opsi [Obtain DNS server address automatically]. Selanjutnya pilih [OK] >> [OK].
    .
    d8. ip address obtain
    .
  9. Jika Laptob B sudah terkoneksi ke internet via modem Laptop A, maka ikon wireless pada taskbar di Laptop A dan B akan berubah seperti tampilan gambar berkut.
    .
    d9. ikon wireless
    .
  10. Selanjutnya dari Laptop B sudah dapat searching ke internet karena sudah mendapat sharing akses internet dari Laptop A.
    .
    koneksi internet

Sampai di sini, maka koneksi ke internet telah berjalan dengan baik. Demikialah tutorial “Sharing Data, Printer, dan Internet pada Windows 7”.

Perbedaan Switch, Hub, Router, Bridge, dan Repeater

1. Switch

Switch adalah perangkat jaringan komputer yang berfungsi sebagai konektor / penghubung . Dilihat dari fungsinya , terlihat mirip dengan Hub . Perbedaan kedua alat ini adalah soal besaran luas jaringan yang dapat dikerjakan dan besaran kecepatan transfer data . Switch memiliki cakupan luas jaringan yang lebih besar dari Hub , dan Switch juga memiliki kecepatan yang lebih tinggi dibanding dengan Hub . Sampai saat ini besaran kecepatan transfer data tertinggi Hub adalah 100 Mbps . Sementara Switch telah dikembangkan untuk dapat melakukan fungsinya dengan kecepatan diatas 100 Mbps . Bahkan ada yang hampir mendekati kecepatan 1Gbps . Perbedaan Switch dan Hub juga terletak di tempat keduanya  bekerja . Switch bekerja pada Layer 2 dan Layer 3 . Sementara Hub bekerja pada Layer 1 . Switch bekerja berdasarkan alamat MAC pada NIC ( Network Interface Card ) . Hal ini bertujuan untuk mengetahui kemana paket data itu akan dikirim dan diterima . Sistem ini juga dibentuk agar tidak terjadi tabrakan pada jalur pengiriman data (collision ) antara port satu dengan yang lain . 
2. Hub

Hub adalah bentuk sederhana dari Switch . Hub digunakan untuk jaringan sederhana . Cara kerja Hub adalah menyalin paket data dari sumber yang terkoneksi pada suatu port dan mentransferkannya ke seluruh port yang tersambung pada Hub . Saat ini Hub sudah mulai ditinggalkan karena berbagai kelemahan seperti jangkauan , kecepatan transfer data , dan resiko loss data , yang membuat Switch lebih diminati. 

3. Router

Router juga merupakan penghubung dalam jaringan komputer . Sama seperti Hub dan Switch , Router juga berfungsi sebagai alat untuk mentransfer paket data dari satu port ke port yang lain . Perbedaannya adalah , Switch dan Hub cenderung digunakan sebagai penghubung dalam jaringan lokal / LAN ( Local Area Network ) , sementara Router dibuat sebagai alat perluasan dari jaringan LAN ke jaringan WAN dan MAN . Router digunakan dalam  jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP . Router jenis ini disebut IP Router . Router digunakan untuk memperluas jaringan data yang kecil ke jaringan yang luas . Contohnya dari jaringan LAN , oleh Router diperluas menjadi jaringan berbasis Internet . 

4. Bridge

          Berfungsi menghubungkan dua buah LAN yang sejenis, sehingga dapat memiliki satu LAN yang jauh lebih besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa Bridge.Bridge dapat menghubungkan beberapa jaringan terpisah, baik tipe jaringan yang sama maupun berbeda (seperti Ethernet dan Fast Ethernet).Bridge dapat menghubungkan dua LAN yang kedua-duanya menggunakan metode transmisi baseband atau broadbrand ataupun LAN dengan baseband dan LAN dengan broadband atau metode akses CSMA/CD dengan token passing dan sebagainya bergantung pada jenis Bridge yang digunakan.

            5. Repeater 

              Alat yang berfungsi untuk memperkuat sinyal di dalam jaringan komputer.
Karakteristik Repeater
1.     Karakteristik REPEATER :
2.     Mempunyai kelemahan tidak dapat melakukan filter traffic jaringan.
3.     Data yang masuk ke port repeater akan tersebar ke segmen-segmen jaringan LAN tanpa memperhitungkan apakah data dibutuhkan atau tidak.

Konfigurasi Samba di Client

$ Client Windows

Masuk Ke Start  Control Panel System,
Lihat Workgroup harus disamakan dengan Linux Samba

Untuk melihat sharing file masuk ke Network Neighborhood



$ Client Linux

Install lineighborhood
   rpm –ivh linneighborhood*   -- instal program

Lihat dari Linneighborhood

$ smbclient //hostname/tmp
$ smbclient //hostname/mp3
$ smbclient //hostname/userkiri -U username

Sumber : http://1001belajarkomjar.blogspot.com/2014/05/konfigurasi-samba-di-client.html

Konfigurasi Samba di Server

$   Installasi Samba di Server

*    rpm –qa | grep samba
            samba-2.2.7a-8.9.0
            samba-swat-2.2.7a-8.9.0
            samba-common-2.2.7a-8.9.0
            samba-client-2.2.7a-8.9.0



*   Jika belum lengkap seperti diatas butuh CD Redhat dan Instal samba
rpm –ivh samba*

$   Konfigurasi Samba Server

#mv /etc/samba/smb.conf smb.org.conf
# vi /etc/samba/smb.conf
hapus semua tulisan yang ada ganti tulisan berikut ini
# ------------------------------------------------------
# Test smb.conf file
# mawi 2003-07-28
# ------------------------------------------------------
[global]
workgroup = TESTSAMBA-GRP
netbios name = TESTSAMBA
security = SHARE
[test]
path = /tmp/test
read only = no
guest ok = yes

Pastikan direktori dan file yang tershare punya mode rwxrwxrwx, jika belum lakukan :
# chmod 777 /tmp/test
#chmod 666 /tmp/test/nama_file

Restart samba
     service smb restart

Matikan iptables
     iptables -F





sumber :http://1001belajarkomjar.blogspot.com/2014/05/tugas-tgl-03-mei-2014-1.html

Samba File Sharing di LINUX


# Samba 

merupakan suatu program ap-likasi yang terdiri dari beberapa pro-gram. Samba berfungsi untuk melaku-kan sharing data/file dan prnter antara O/SMS Windows dengan O/S Unix/Linux.Beberapa manfaat dari penggunaan Sam-ba, antara lain sebagai berikut:



1. Sebagai File Server, yang memungkin-kan berbagi data dan menjalankan pro-gram secara bersama-sama, antarpeng-guna sistem operasi Windows denganmenggunakan Server Linux.

2. Sebagai Printer Server, sehingga peng-guna sistem operasi Windows bisamelakukan pencetakan secara terpusat.

3. Sebagai Domain controller, sehinggaLinux dapat menggantikan fungsi ser-ver Windows NT/200X.

4. Membantu windows dan Unix computer co-exists dalam suatu network

5. Client unix/Linux bisa mengakses file system windows

6. Client windows bisa mengakses file system Linux

7.Mengintegrasikan authentikasi antara linux dan Windows


# Adapun langkah-langkah untuk mem-bangun Server Samba adalah sebagai beri-kut.

1. Download Samba

Anda dapat menggunakan paket Sam-ba yang telah disertakan dalam CD-CDdistro dan majalah
InfoLINUX , atau melakukan download program aplikasi Samba pada ftp site berikut ini :

ftp://au1.samba.org/pub/samba/internal-gopher-unknown> samba-2.2.7a.i-386.

# Instalasi Samba

Berikut ini, langkah-langkah yang akan kita jalankan untuk melakukan instalasi program Samba :

1. Untuk melakukan ekstraksi samba, pada konsol login sebagai root :
Login: root
Password: password

2. Kemudian masuk ke direktori di mana Anda menempatkan file Samba, misal-nya pada direktori /tmp
[root@localhost:~] # cd /tmp

3. Kemudian lakukan instalasi samba, se-bagai berikut:

[root@localhost:~] # rpm -ivhsamba-2.2.3a-6.i386.rpmsamba #######################[root@localhost:~] # rpm -ivhsamba-client-2.2.3a-6.i386.rpmsamba-client ################[root@localhost:~] # rpm -ivhsamba-common-2.2.3a-6.i386.rpmsamba-common ################

Di RedHat, samba telah termasuk dalam CD distribusi

$ Untuk instalasi hanya menggunakan Add/Remove Program
$ Untuk menjalankan/menstop
 - Service smb start
 - Service smb stop
$ Samba akan berjalan pada port 139 pada Linux, jika ingin memastikan bahwa samba sudah start atau belum
 - netstat –tna | grep :139

# File konfigurasi Samba

Untuk menjalankan Samba, Anda perlu mengedit file konfigurasi /etc/samba/smb.conf. Salah satu caranya dengan menggu-nakan editor tesk vi sebagai berikut :

1. Masih pada konsol dan sebagai userroot.

2. Lakukan editing pada file /etc/samba/smb.conf, dengan mengetikkan perintah sebagai berikut:
root@localhost # vi /etc/samba/smb.conf

3. Tambahkan baris berikut ini:
workgroup = NAMA GROUPserver string = Komentar padaServer

4. Selanjutnya tentukan direktori samba yang akan diakses secara bersama-sama oleh pengguna Windows, dengan cara menambahkan baris berikut ini pada file/etc/samba/smb.conf, sebagai berikut:
[sharename]comment = masukkan komentardi sinipath = /home/share/valid users = user (gantidengan user yang ada)public = yeswritable = yesprintable = nocreate mask = 0765

5. Berikut ini, contoh konfigurasi sambadi kantor, di mana direktori yang bisadiakses dan ditulisi oleh umum terdapatpada direktori /home/public, sehinggapada file /etc/samba/smb.conf terlihatseperti contoh berikut ini:
# This is the main Sambaconfiguration file. Youshould read the# smb.conf(5) manual pagein order to understand theoptions listed# here. Samba has a hugenumber of configurable options(perhaps too# many!) most of which arenot shown in this example#;;#A publicly accessibledirectory, but read only,except for people in# the “staff” group[public]comment = Public Stuffpath = /home/public

Konfigurasi Dasar/Basic

Buatlah dulu direktori yang akan dishare (/usr/local/samba/tmp)
Chmod 777 /usr/local/samba/tmp

[global]
workgroup = METRAN
[test]
comment = For testing only, please
path = /usr/local/samba/tmp
read only = no
guest ok = yes

Berarti:
nama workgroup adalah METRAN
Nama share adalah test
Mempublish /usr/local/samba/tmp ke luar

Menggunakan User

- User dalam samba tidak sama dengan user system pada /etc/passwd
- User samba harus dibuat dulu menggunakan smbpasswd
- Contoh :
# smbpasswd -a steve
New SMB password:
Retype new SMB password:
Added user steve.
# User steve sudah dibuat, dan bisa digunakan untuk konek ke samba

Konfigurasi menggunakan user

[global]
encrypt passwords = yes

 smb passwd file = /etc/samba/smbpasswd

Membatasi Akses Jaringan

Kita bisa membatasi akses ke samba dengan option option berikut ini di [global]
Isikan IP yang diperbolehkan di hosts allow dan isikan IP yang ditolak di hosts deny
hosts allow = 192.168.220. 134.213.233.

hosts deny = 192.168.220.102

Membatasi Akses Penulisan

Membatasi akses penulisan menggunakan read only atau juga bisa writable
Membuat suatu share read only 
read only = yes
Writable = no

Membuat suatu share writable 
read only = no
writable = yes








sumber : http://id.scribd.com/doc/49079708/Konfigurasi-Samba-pada-LInux-dan-Window

Network Address Translation (NAT)

Network Address Translation (NAT) adalah proses di mana perangkat jaringan, biasanya firewall, memberikan alamat publik ke komputer (atau kelompok komputer) dalam jaringan lokal. Penggunaan utama dari NAT adalah untuk membatasi jumlah alamat IP publik suatu organisasi atau perusahaan menggunakan IP Publik, baik untuk tujuan ekonomi atau tujuan keamanan.

Pengertian NAT Network Address Translation

Bentuk yang paling umum dari terjemahan jaringan melibatkan jaringan swasta besar menggunakan alamat dalam rentang pribadi (10.0.0.0 sampai 10.255.255.255, 172.16.0.0 sampai 172.31.255.255, atau 192.168.0 0 sampai 192.168.255.255). skema pengalamatan bekerja dengan baik untuk komputer yang hanya perlu mengakses sumber informasi dalam jaringan, seperti workstation yang membutuhkan akses ke file server dan printer.
Router dalam jaringan lokal dapat melintas antara jaringan lokal tanpa kesulitan. Namun, untuk mengakses sumber daya di luar jaringan, seperti Internet, komputer ini harus memiliki alamat publik agar semua pengguna jaringan lokal bisa terhubung dengan internet hanya dengan satu ip publik digunakan NAT atau Network Address Translation .
Permintaan internet yang membutuhkan Network Address Translation (NAT) cukup kompleks, namun terjadi begitu cepat sehingga pengguna akhir jarang tahu itu telah terjadi. Sebuah workstation dalam jaringan membuat permintaan ke komputer di Internet. Router dalam jaringan mengakui bahwa permintaan tidak untuk sumber daya di dalam jaringan, sehingga mereka mengirim permintaan untuk firewall. Firewall itu melihat permintaan dari komputer dengan IP internal.
Ini kemudian membuat permintaan yang sama ke Internet dengan menggunakan alamat publik sendiri, dan mengembalikan respon dari sumber internet ke komputer dalam jaringan pribadi. Dari perspektif sumber daya di Internet, itu mengirimkan informasi ke alamat firewall. Dari perspektif workstation, tampak bahwa komunikasi langsung dengan situs di Internet. Ketika NAT digunakan dengan cara ini, semua pengguna dalam jaringan pribadi mengakses Internet memiliki alamat IP publik yang sama ketika mereka menggunakan Internet. Itu berarti hanya satu alamat publik yang dibutuhkan untuk ratusan atau bahkan ribuan pengguna.
Kebanyakan firewall modern stateful – yaitu, mampu mengatur hubungan antara workstation internal dan sumber daya Internet. Mereka dapat melacak rincian koneksi, seperti port, urutan paket, dan alamat IP yang terlibat. Ini disebut melacak keadaan koneksi. Dengan cara ini, mereka dapat melacak sesi terdiri dari komunikasi antara workstation dan firewall, dan firewall dengan internet. Ketika sesi berakhir, firewall membuang semua informasi tentang koneksi tersebut.
Ada kegunaan lain untuk Network Address Translation (NAT) lebih dari sekedar memungkinkan workstation dengan alamat IP internal untuk mengakses Internet. Dalam jaringan yang besar, beberapa server dapat bertindak sebagai server Web dan membutuhkan akses dari Internet. Server ini ditugaskan alamat IP publik pada firewall, yang memungkinkan masyarakat untuk mengakses server hanya melalui alamat IP.
Namun, sebagai lapisan tambahan keamanan, firewall bertindak sebagai perantara antara dunia luar dan jaringan internal dilindungi. Aturan tambahan dapat ditambahkan, termasuk port mana dapat diakses pada alamat IP. Menggunakan NAT cara ini memungkinkan network engineer untuk lebih efisien rute lalu lintas jaringan internal untuk sumber daya yang sama, dan memungkinkan akses ke port lebih, sementara membatasi akses pada firewall. Hal ini juga memungkinkan penebangan rinci komunikasi antara jaringan dan dunia luar.
Selain itu, NAT dapat digunakan untuk memungkinkan akses selektif ke luar jaringan, juga. Workstation atau komputer lain yang membutuhkan akses khusus di luar jaringan dapat ditugaskan IP eksternal tertentu menggunakan NAT, yang memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan komputer dan aplikasi yang memerlukan alamat IP publik yang unik. Sekali lagi, firewall bertindak sebagai perantara, dan dapat mengontrol sesi di kedua arah, pelabuhan dan membatasi akses protokol.
NAT adalah aspek yang sangat penting dari keamanan firewall. Ini menghemat jumlah alamat publik yang digunakan dalam sebuah organisasi, dan memungkinkan untuk kontrol ketat dari akses ke sumber daya di kedua sisi firewall.


Read more: http://pacarita.com/pengertian-dan-manfaat-nat-network-address-translation.html#ixzz31E3N8F2R

Subnetting dan Classfull

Agar Berkomunikasi dengan host lain didalam suatu jaringan, sebuah host harus mempunyai IP (Internet Protocol) address. IP yang digunakan adalah IPv4 yang memiliki panjang 32 bit (4 oktet).
IP address sendiri terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian network address dan host address. IPv4 terdiri dari 5 class, yaitu A, B, C, D dan E. 



Subnetting

Subnetting adalah pengambilan bit-bit dari bagian hit sebuah alamat IP dan menyimpannya untuk mendefinisikan alamat subnet. 
Semakin sedikit jumlah bit untuk Hot dan semakin banyak jumlah subnet, semakin sedikit jumlah bit yang tersedia untuk mendefinisikan hostbit. Tujuan dari melakukan subnetting, yaitu:
  • Untuk mengefisienkan jumlah host dalam jaringan kecil dimana jumlah hostnya tidak sampai 254 buah.
  • Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas jalur data pada jaringan besar yang jumlah hostnya hampir mencapai 254 atau bahkan lebih dengan cara membaginya menjadi beberapa jaringan yang lebih kecil yang kemudian dihubungkan dengan perangkat router.
  • Untuk memotong jumlah host yang dapat terhubung ke jaringan dengan alasan keamanan.

Classfull

Classful dapat diartikan "menggunakan kelas". Jika dikaitkan dengan pengalamatan IP, pengalamatan IP classful dapat diartikan menjadi pengalamatan IP berdasarkan kelas. Pengalamatan dengan metode ini ada pada pengalamatan IPv4 yang dibagi menjadi kelas A, B, C, D, dan E. Pengalokasian host pada jaringan dengan menggunakan sebuah subnet mask yang sama, biasanya menggunakan protocol RIPv1 dan IGRP, dimana protocol ini tidak mempunyai field untuk menyimpan informasi subnet sehingga informasi-informasi subnet tidak dikirimkan.

Pembagian kelas Classful:
kelas A
1 bit pertama IP Address-nya“0” 
kelas B
2 bit pertama IP Address-nya“10”
kelas C
3 bit pertama IP Address-nya“110”
kelas D
4 bit pertama IP Address-nya“1110”
kelas E
4 bit pertama IP Address-nya“1111”
Kelemahan dari Classful Routing protocols ialah tak dapat medukung VLSM.




sumber : http://msonsonhttp://msonson.blogspot.com/2013/04/subnettiing-classfull-classless.html.blogspot.com/2013/04/subnettiing-classfull-classless.html

Pengalamatan IPv4


Dalam netwoking, pengalamatan IP merupakan hal yang sangat penting karena pengalamatan ini merupakan pengidentifikasian suatu mesin pada jaringan sehingga memiliki identitas yang unik. Untuk tulisan kali ini saya hanya membahas IPv4 (IP vesrsion 4) Pengalamatan IP merupakan pengalamatan untuk jaringan untuk layer 3 pada OSI model.
Alamat IPv4 terdiri dari 32 bit dan ditulis dalam bentuk dotted-decimal. Dotted-decimal adalah penulisan dengan menggunakan “.” (titik/dot) sebagai pemisah antara bagian yang satu dengan lainnya, misal 192.168.10.15. Tiap bagian terdiri dari 1 byte (8 bit) dan disebut dengan octet.
Pada ipv4 ini, alamat 32 bit ini dipisahkan menjadi 2 bagian yaitu “Alamat Network” (Network portion) dan “Alamat Host” (Host portion). Network portion merupakan identitas dari sekumpulan host dimana hanya yang memeiliki alamat pada host portion yang sama saja host-host dapat saling berkomunikasi. Sedangkan host portion merupakan identitas unik yang dimiliki sebuah mesin yang merupakan identitas dirinya.
Pada IPv4 terdapat kelas-kelas, yaitu:
  • Kelas A, dengan komposisi network.host.host.host, sehingga range alamat yang dimiliki dari 0.0.0.0 sampai 127.255.255.255
  • Kelas B, dengan komposisi network.network.host.host, sehingga range alamat yang dimiliki dari 128.0.0.0 sampai 191.255.255.255
  • Kelas C, dengan komposisi network.network.network.host, sehingga range alamat yang dimiliki dari 192.0.0.0 sampai 223.255.255.255
  • Kelas D, digunakan untuk alamat multcast, range yang digunakan adalah 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255
  • Kelas E, digunakan untuk riset, range yang digunakan adalah 240.0.0.0 sampai 255.255.255.255
Dalam penggunaannya, IPv4 dibagi menjadi 2, yaitu:
  1. IP Public, yaitu IP yang depat dilewatkan pada jaringan Internet, sifatnya terbatas dan tidak dapat diduplikasi (bersidat unik).
  2. IP Private, yaitu IP yang tidak dapat dilewatkan papa jaringan Internet (hanya bekerja pada jaringan ‘lokal’). IP Private dapat diduplikasi namun harus dalam jaringan yang berbeda.
    Range IP Private:
    • Kelas A: 10.0.0.0 – 10.255.255.255 atau 10.0.0.0/8
      memiliki 1 network
    • Kelas B: 172.16.0.0 – 172.31.255.255 atau 172.16.0.0/12
      memiliki 16 network
    • Kelas C: 192.168.0.0 – 192.168.255.255 atau 182.168.0.0/16
      memiliki 256 network
Pengalamatan IP memiliki batasan-batasan, karena selain harus menggunakan nilai yang unik, ada beberapa alamat IP yang tidak dapat digunakan karena telah di-assign untuk tujuan tertentu. Alamat-alamat itu antara lain:
  • Alamat 127.0.0.1, digunakan untuk local host (loopback)
  • Alamat dengan ’0′ semua pada host portion, meruakan network ID
  • Alamat dengan ’1′ semua pada host portion, merupakan alamat untuk broadcast dalam satu jaringan
  • Alamat dengan ’1′ semua, merupakan alamat broadcast
Saya kira cukup untuk pembahasan singkat mengenai pengalamatan IPv4.


sumber : http://haidarahmad.wordpress.com/2008/03/27/pengalamatan-ipv4/

 

Copyright @ 2013 Aha-Software.